Bupati Anang Apresiasi Kinerja Dinas Kesehatan Turunkan Angka Stunting
Oleh Super Admin pada Sabtu, 03 Oktober 2020

Tabalong – Dinas Kesehatan Tabalong melalui seksi kesehatan keluarga dan gizi bidang kesehatan masyarakat, kembali menggelar pertemuan sinergitas dan komitmen menurunkan kematian ibu dan bayi, serta percepatan dan penurunan stunting tingkat kabupaten tabalong, pada 29 September 2020. Pertemuan ini melibatkan Bupati Tabalong, serta 121 peserta dari perwakilan SKPD terkait, pihak rumah sakit dan puskesmas, camat, PKK, serta organisasi kesehatan yang ada di Tabalong.

Dalam kesempatan ini Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani mengapresiasi upaya yang telah dilakukan dinas kesehatan dan pihak terkait dalam menurunkan angka stunting di tabalong. Pasalnya sebelumnya angka stunting di tabalong mencapai 31 persen. Dan melalui gerakan gempur stunting yang diupayakan pemkab, anhka stunting turun menjadi 13,25 persen.

Alhamdulillah angka stunting di Tabalong mengalami penurunan beberapa tahun yang lalu hampir mendekati 31 persen,ukuran tingkat peradaban orang Tabalong jadi kalau angka stunting masih tinggi, Tabalong dan Tapin angka kita terus menurun kita terus menurun hingga 13,25 persen nah ini bisa ditekan lagi saya kira bisa lebih di angka di bawah lagi sejarah mengatakan tahun 2020 angka stunting di Tabalong 12,23 persen.” Kata Anang

Kepala Dinas Kesehatan Tabalong, dokter Taufiqurrahman Hamdie, menjelaskan, penurunan angka stunting di Tabalong berkat sinergitas pemerintah daerah, pihak kecamatan, hingga desa. Dokter Taufiq menegaskan program yang telah berjalan akan terus dilanjutkan untuk menurunkan angka stunting.

Apa yang kita lakukan spesifik 30 persen pada 1000 HPK itu pada dasarnya adalah strategi untuk penurunan angka kematian ibu dan bayi juga nah jadi kita harapkan dengan sinergitas hari ini stunting di Tabalong maka angka kematian ibu dan bayi, saya optimis kalau memang upaya upaya optimalisasi maupun interfensi spesifik.” Kata dr. Taufiq

SKPD serta pemerintah kecamatan dan desa diharapkan dapat memanfaatkan waktu tersisa di 2020 ini, untuk melaksanakan aksi kedelapan gempur stunting, berupa monitoring dan evaluasi, yang akan dilakukan pada akhir tahun 2020 ini.