Sebanyak 347 Pos PPKM Mikro Telah Dibentuk di Tabalong, Dilengkapi Aplikasi RT Cegah Covid-19
Oleh Fia Abdi Putra pada Senin, 29 Maret 2021
Mendukung penerapan PPKM mikro, berbagai kegiatan saat ini dilakukan Tim Satgas Penanganan Covid-19 bersama dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Mulai dari merevisi regulasi, pendirian posko PPKM mikro, Gerakan Sejuta Masker, penerapan protokol kesehatan berbasis RT serta dibuatnya sebuah inovasi berupa aplikasi RT Cegah Covid.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tabalong, Taufiqurrahman Hamdie, Selasa (23/3/2021), menyampaikan, ada beberapa hal yang dilakukan terkait adanya penerapan PPKM Mikro.
"Kami sudah menindaklanjuti perubahan Perbup 26 tahun 2020 menjadi Perbup 18 Tahun 2021," katanya.

Perbup Tabalong Nomor 26 Tahun 2020 yang direvisi ini tentang Pedoman Pelaksanaan Peningkatan Protokol Kesehatan Covid-19 Dalam Tatanan Masyarakat yang Produktif dan Aman di Kabupaten Tabalong.
Dengan direvisi menjadi Perbup No 18 tahun 2021, maka cakupannya semakin lengkap karena mengatur semua kegiatan, baik itu pembelajaran tatap muka, ibadah, tempat makan dan lainnya.
"Itu sebetulnya implementasi kita untuk persiapkan PPKM Mikro," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Tabalong ini.
Selain itu, imbuhnya, saat ini juga sedang berjalan pendirian posko PPKM mikro yang jumlahnya sudah mencapai sekitar 347 buah dan masih akan terus ditambah lagi.

Pendirian posko PPKM mikro ini juga akan dilengkapi dengan aplikasi RT Cegah Covid-19.
Adanya aplikasi ini akan sangat membantu fungsi posko PPKM mikro yang utamanya melakukan skrining dan pencatatan pelaporan. "Aplikasi ini sudah dilaunching oleh Pj Gubernur Kalsel," katanya.
Kemudian agar keberadaan aplikasi RT Cegah Covid-19 ini bisa optimal digunakan, imbuh Taufik, akan ada dilakukan sosialisasi-sosialisasi dengan melibatkan pihak kecamatan.
Kegiatan lainnya yang juga dilakukan terkait ketersediaan rapidt antigen, dimana untuk Satgas Penanganam Covid-19 Tabalong menyiapkan 2.500 dan ditambah sumbangan yang diserahkan Pj Gubernur Kalsel 5.000 Rapid Test Antigen.

Keberadaan Rapid Test Antigen juga untuk mendukung didirikannya posko PPKM mikro, sehingga apabila ada laporan yang akan ditindaklanjuti dengan rapid antigen bisa segera dilakukan.
"Jadi apabila ada yang terindikasi bisa segera ditangani, segera diisolasi. Karena sebetulnya, PPKM mikro itukan menekan sedikit-dikitnya orang yang terpapar dan itu sudah kita lakukan," katanya.