Peneliti Ungkap Ancaman Covid-19 Varian Delta Plus, Apa Itu?
Oleh Fia Abdi Putra pada Rabu, 29 September 2021

Tim peneliti mencoba meneliti Covid-19 varian Delta dengan mutasi yakni varian Delta Plus. Ternyata Delta Plus itu memiliki lima mutasi spesifik dibandingkan dari Delta. Penelitian ini sendiri sudah diterbitkan di Journal of Autoimmunity.

Penelitian dari Universitas Missouri, Columbia, Amerika Serikat (AS) menganalisa urutan protein pada lebih dari 300 ribu sampel Covid-19 dari Delta dan Delta Plus. Studi menggunakan alat dan pemrograman bio-informatika, dikutip dari Science Daily, Rabu (29/9/2021).

Ternyata terdapat lima mutasi spesifik yang lebih umum pada infeksi Delta Plus dibandingkan dengan infeksi Delta. Salah satunya adalah mutasi K417N yang ada di semua infeksi Delta Plus namun tidak ada di infeksi Delta.

Hasil ini menjadi pertanyaan berikutnya apakah merupakan antibodi alami atau yang berasal dari vaksin.

"Apakah ini antibodi alami yang dihasilkan dari sebelumnya memiliki Covid-19 atau antibodi yang dihasilkan dari vaksin, kami menunjukkan secara struktur bagaimana berbahaya dan pintarnya virus ini dengan bisa bermutasi dengan cara tidak dikenali oleh antibodi dan bertahan," kata Austin Spratt, salah satu peneliti.

Dengan penelitian ini, dia mengatakan dapat menjelaskan kenapa orang telah divaksinasi masih kena Covid-19 varian Delta Plus.

"Temuan tersebut membantu menjelaskan kenapa ada begitu banyak orang dites positif Delta Plus meski sudah divaksin atau sebelumnya terinfeksi Covid-19," unglapnya.

Sementara itu, peneliti lain, Kamal Singh menyebut ada tools lain untuk menghalau Covid-19. Yakni dengan mengembangkan obat antivirus dengan target area virus yang tidak berubah atas mutasi.

Singh menjelaskan saaat ini vaksin Covid-19 masih efektif menangkal virus tetapi masih ada hal lain yang mungkin lebih efektif dengan pengembangan antivirus yang menargetkan area spesifik yang tidak berubah oleh mutasi.

"Jika kita bisa mengembangkan obat molekul kecil yang menargetkan bagian virus yang tidak bermutasi, ini akan menjadi solusi untuk melawan virus," ungkapnya.

(Sumber : cnbcindonesia.com)