Kasus Covid-19 Makin Landai & PPKM Longgar, Pengusaha Happy!
Oleh Fia Abdi Putra pada Rabu, 27 Oktober 2021

Memasuki kuartal akhir tahun 2021, pemulihan ekonomi sudah mulai terlihat. Di sektor ritel, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin mengaku optimistis dengan kondisi saat ini.

"Apa dasarnya optimis? Pelonggaran PPKM yang mulai melandai sehingga pemerintah menurunkan level, terbukti dengan mal banyak dibuka," katanya kepada CNBC Indonesia, Rabu (27/10/21).

Selain itu faktor berikut adalah kegiatan lainnya yang mulai bergeliat, misalnya sekolah tatap muka. Kebijakan itu bakal berdampak domino terhadap banyak sektor, mulai dari tekstil, alas kaki hingga ritel.

Kebijakan yang tepat bakal membangkitkan ekonomi, termasuk dalam pemberian bantuan subsidi upah (BSU) yang sudah berlangsung beberapa waktu terakhir.

Memasuki kuartal akhir tahun 2021, pemulihan ekonomi sudah mulai terlihat. Di sektor ritel, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin mengaku optimistis dengan kondisi saat ini.

"Apa dasarnya optimis? Pelonggaran PPKM yang mulai melandai sehingga pemerintah menurunkan level, terbukti dengan mal banyak dibuka," katanya kepada CNBC Indonesia, Rabu (27/10/21).

Selain itu faktor berikut adalah kegiatan lainnya yang mulai bergeliat, misalnya sekolah tatap muka. Kebijakan itu bakal berdampak domino terhadap banyak sektor, mulai dari tekstil, alas kaki hingga ritel.

Kebijakan yang tepat bakal membangkitkan ekonomi, termasuk dalam pemberian bantuan subsidi upah (BSU) yang sudah berlangsung beberapa waktu terakhir.

"Bantuan tunai juga berpengaruh pada daya beli masyarakat khususnya yang menengah ke bawah, mereka berharap dengan bantuan tunai dan itu bisa dibelanjakan lagi," jelas Solihin.

Ketika kebijakan seperti itu terus berlanjut, maka bakal berdampak pada daya beli. Itu juga bakal membawa pengaruh positif bagi pertumbuhan ekonomi, meskipun tidak semua perusahaan mendapatkan, bergantung pada manajemen di tiap-tiap perusahaan.

"Ekspansi kuartal IV gimana? Untuk perusahaan tertentu masih on the track, tapi banyak perusahaan yang nggak memperkirakan seperti ini jadi tergantung perusahaan yang mana," kata Solihin.

(Sumber : cnbcindonesia.com)