MUI Restui Vaksin Covid China Zifivax, Suci & Halal
Oleh Fia Abdi Putra pada Minggu, 10 Oktober 2021

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin Covid-19 merek Zifivax asal China suci dan halal. Vaksin ini diproduksi perusahaan China Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co., Ltd.

Hal ini tertuang di dalam fatwa MUI Nomor 53 Tahun 2021 tentang produk vaksin Covid-19 dari Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co., Ltd. "Vaksin Covid-19 produksi Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co., Ltd. hukumnya suci dan halal," bunyi fatwa tersebut, dikutip Minggu (10/10/2021).

Beberapa hal telah dipertimbangkan MUI sebelum mengambil keputusan ini. Salah satu pertimbangannya adalah vaksinasi menjadi upaya dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Wabah Covid-19 masih menjadi ancaman kesehatan, dan di antara ikhtiar untuk mencegah terjadinya penularan wabah tersebut adalah melalui vaksinasi," tulis fatwa itu.

Fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan yaitu 28 September 2021. Akan tetapi MUI menyebut jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

MUI memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar memprioritaskan pengadaan vaksin Covid-19 yang halal semaksimal mungkin.

Sebelumnya, Badan Pengawas Makanan dan Minuman (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (UEA) untuk vaksin Zifivax. Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan dari aspek keamanan berdasarkan uji klinis I,II, dan III efek samping bisa ditoleransi dengan baik seperti sakit kepala demam.

"Efikasi (kemanjuran vaksin berdasarkan uji laboratorium) berdasarkan interim studi uji klinis fase tiga yang baik. Efikasi mencapai 81,71% yang dihitung setelah 7 hari secara vaksinasi lengkap dan mencapai 81,4% setelah 14 hari vaksinasi lengkap. Vaksin ini diberikan dalam 3 kali suntikan dalam rentan 3 bulan," ujarnya dalam konferensi pers digital di Jakarta, Kamis lalu.

(Sumber : cnbcindonesia.com)