Penelitian Terbaru, Gejala Omicron Ringan Tapi...
Oleh Fia Abdi Putra pada Jumat, 17 Desember 2021

Gejala Covid-19 varian omicron rupanya mirip dengan gejala flu dan pilek. Meski begitu, para ahli memperingatkan untuk tidak meremehkan resiko yang ditimbulkan oleh jenis virus corona yang sangat menular ini.

Sebuah penelitian terbaru di Inggris oleh "ZOE COVID Study" menunjukkan bahwa infeksi Omicron mudah disalahartikan sebagai penyakit biasa seperti pilek. ZOE COVID Study menganalisis ribuan gejala Covid-19 yang diunggah ke aplikasi oleh publik negara tersebut.

Selama dua minggu terpisah pada bulan Oktober dan Desember, ZOE COVID Study melihat gejala yang terkait dengan kasus Covid di London. Data diambil sebelum dan setelah Omicron menyebar di ibukota.

Analisis awal ini menemukan kesamaan antara varian Delta dan Omicron. Ini menunjukkan bahwa yang terakhir belum bermutasi kembali.

Berikut lima gejala teratas yang dilaporkan dalam aplikasi ZOE dalam dua minggu yang berbeda:

- Pilek
- Sakit kepala
- Kelelahan (baik ringan atau berat)
- Bersin-bersin
- Sakit tenggorokan

"Seperti yang ditunjukkan oleh data terbaru kami, gejala omicron didominasi gejala pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan dan bersin, jadi orang harus tinggal di rumah karena kemungkinan besar Covid," kata Profesor Tim Spector, ilmuwan utama di aplikasi ZOE COVID Study, dalam laporan terbaru, dikutip dari CNBC International, Kamis (16/12/2021).

"Mudah-mudahan orang sekarang mengenali gejala seperti pilek yang tampaknya menjadi ciri utama omicron," tambahnya.

London dipilih untuk analisis ZOE karena prevalensi Omicron yang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain. Varian Omicron sudah menjadi jenis yang dominan di ibu kota.

Para ahli memperkirakan fenomena ini kemungkinan akan terulang di negara-negara lain di seluruh dunia. Namun, kali ini, dengan varian omicron, kasus bisa lebih sulit dikenali.

Spector mencatat, Omicron tampaknya akan menjadi strain dominan di Inggris pada Natal. Hal ini juga sempat dikatakan sejumlah ahli Covid-19 Inggris lain.

"Pada Tahun Baru, kasus dapat mencapai puncaknya lebih tinggi dari apa pun yang pernah kita lihat sebelumnya," kata Spector, meskipun dia berharap akan ada pembalikan kenaikan kasus di London setelah Perdana Menteri Boris Johnson membatasi kegiatan masyarakat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Omicron sebagai Variant of Concern (varian yang menjadi perhatian), dua hari setelah Afrika Selatan (Afsel) mendeteksi. Gejala awal yang dia lihat di kliniknya sendiri "sangat ringan".

Pembuat vaksin juga mengatakan bahwa varian tersebut menurunkan persentase kemanjuran vaksinasi Covid-19 secara penuh. Tetapi suntikan booster membantu memulihkan sebagian besar perlindungan suntikan terhadap infeksi parah, rawat inap, dan kematian.

Omicron sudah masuk ke lebih dari 80 negara. RI mengumumkan kasus pertama Omicron kemarin, yang mengenai seorang pekerja pembersih di Wisma Atlet.

(Sumber : cnbcindonesia.com)